Tips Debat
Ini biar debat lebih asik… soalnya debat kalo jawab dengan flamming tuh namanya dah OOT…menyerang pribadi orangnya..
1. Ad hominem: menyerang orangnya bukan menjawab isinya. Ketika seorang arguer tidak dapat mempertahankan posisinya dengan evidence/ fakta / reason, maka mereka mulai mengkritik sisi kepribadian lawannya.
a. Ad Hominem Abusive: menggunakan kata-kata yg menyerang langsung penulis alih-alih membantah argumennya. Contoh : Abu: Kekacauan dalam organisasi disebabkan salah satunya oleh rendahnya kualitas sumber daya manusia yang ada. Badu: Ah, itu kan pendapat anda yang sombong dan mau turut campur saja urusan orang lain.
Penjelasan: Si Badu sama sekali tidak memberikan argumentasi lawan ataupun menunjukkan kesalahan dari argumentasi si Abu, melainkan menyerang pribadi si Abu dengan mengatakan sebagai ’sombong’ dan ’mau tahu urusan orang’. Apabila sikap si Badu seperti itu, maka apa gunanya dilakukan suatu diskusi lagi? Suatu diskusi adalah untuk membahas suatu masalah/ issue guna mendapatkan berbagai macam sudut pandang dan pemecahannya.
b. Ad Hominem Circumstansial : menggunakan hal-hal di sekitar si penulis dalam hubungan yg tidak relevan, untuk menyerang si penulis. Contoh : Abu: Kenaikan harga BBM memang sangat diperlukan pemerintah untuk mengatasi kesenjangan defisit neraca pembayarannya. Badu: Ah, kamu kan memang sudah kaya raya, jelas saja tidak merasakan penderitaan rakyat.
Penjelasan: Jawaban si Badu mengenai apakah Abu itu kaya atau tidak, tidak ada hubungannya dengan argumentasi yg dikemukakan Abu. Hanya karena si Abu kaya, tidak menjadikan argumentasinya tidak valid. Kedua, disini terdapat gejala Logical Fraud kedua yaitu: Mind Reading (membaca pikiran) : bagaimana si Badu tahu isi hati si Abu bahwa ia dikatakan tidak merasakan penderitaan rakyat?
c. Ad Hominem Tu Quo Que : mengatakan bahwa si penulis tidak berhak menyatakan hal tersebut karena ia tidak melakukan apa yang dikatakannya. Contoh : Abu: Dalam kondisi tekanan ekonomi seperti sekarang ini maka sebaiknya kita menghemat pemakaian energi dan mencegah pemborosan2 yang tak perlu. Badu: Ah, mobil anda saja land rover yang terkenal boros bensin, anda tidak pantas untuk menganjurkan penghematan.
Penjelasan: Bagaimana tingkah laku si Abu dalam kenyataannya tidak memiliki relevansi untuk menjelaskan kevalidan argumennya. Disamping itu, kita tidak tahu sama sekali tentang pertimbangan2 apa yang terdapat dalam benak si Abu untuk menggunakan mobil Land Rover.
2. Appeal to ignorance (Argumentum ex silentio): Menganggap suatu ketidaktahuan sebagai fakta atas sesuatu. Contoh: – Kita tidak memiliki bukti bahwa Tuhan tidak ada, maka dia ada. – Tidak ada orang yang pernah mengkritik kami selama ini, jadi segala sesuatunya pasti baik-baik saja.
Penjelasan: Ketidaktahuan akan sesuatu hal tidak serta merta mengatakan bahwa sesuatu itu ada ataupun tiada. Tiadanya orang yang mengkritik selama ini bisa saja disebabkan oleh sebab2 lain (misal: sungkan, takut, mengisolasi diri, dsb) yang sama sekali tidak serta merta berarti bahwa segala sesuatu berjalan dengan baik-baik saja. Peryataan / statement seperti itu jelas menyalahi kaidah2 logic, sehingga tidak perlu dipertimbangkan sebagai sesuatu hal yg bermanfaat, karena apabila diteruskan hanyalah mengarah pada debat kusir.
3. Appeal to faith Contoh : – Bila anda tidak memiliki iman, maka anda tidak akan mengerti.
Penjelasan: Bila seorang pendebat berdasarkan pada iman sebagai dasar dari argumennya, maka tiada lagi yang dapat dibicarakan dalam diskusi. Itu namanya bukan diskusi, tapi pemaksaan kepercayaan. Iman, dalam definisinya adalah suatu kepercayaan yang tidak berdasar pada logika, evidence maupun fakta. Iman berdasarkan pada pikiran yang irasional, dan hanya menimbulkan kekeraskepalaan (bebal, fanatik).
Dirty Tactics in Discussion : Taktik Kotor dalam diskusi
1. Ad Hominem : Menyerang orangnya bukan menjawab isinya. Ketika seorang arguer tidak dapat mempertahankan posisinya dengan evidence / fakta / reason, maka mereka mulai mengkritik sisi kepribadian lawannya.
2. Appeal to Ignorance ( Argumentum ex silentio ) : Menganggap suatu ketidaktahuan sebagai fakta atas sesuatu. Misalnya : Kita tidak memiliki bukti bahwa tidak ada kecurangan, maka berarti ada kecurangan. Padahal, ketiada-tahuan akan sesuatu hal tidak menyatakan bahwa sesuatu itu ada ataupun tidak ada.
3. Appeal to Belief : Bila anda tidak memiliki kepercayaan, maka anda tidak akan mengerti. Bila seorang pendebat berdasarkan pada kepercayaan sebagai dasar dari argumennya, maka tiada lagi yang dapat dibicarakan dalam diskusi. Itu namanya bukan diskusi, tapi pemaksaan kepercayaan.
4. Argument from Authority ( Argumentum ad verecundiam ) : Menggunakan kata-kata “para ahli” atau membawa-bawa otoritas sebagai dasar dari argumen instead of menggunakan logic dan fakta untuk men-support argumen itu. Misalnya : Profesor Anu mengatakan bahwa creation-science adalah betul. Sesuatu tidak lantas menjadi benar hanya karena suatu otoritas mengatakan sesuatu hal. Bila pendebat memberikan testimoni dari seorang ahli, lihat apakah dilengkapi dengan alasan yang logis dan masuk akal, serta hati-hati terhadap keotentikan sumber dan evidence di belakangnya.
5. Argument from Adverse Consequences : Hanya karena suatu peristiwa terjadi, tidak menyatakan sesuatu mengenai eksitensi maupun non-eksistensi dari sesuatu. Ataupun tidak menyatakan suatu keharusan untuk mempercayai sesuatu.
6. Menakut-nakuti ( Argumentum ad Baculum ) : Argumen yang didasarkan pada tekanan atau rasa takut Misalnya : Saya telah diberi kuasa oleh Negara, bila Anda tidak percaya kepada saya, maka Anda akan masuk Daftar Orang Tercela.
7. Argumentum ad Ignorantiam : Argumen yang mempelesetkan ketidaktahuan seseorang. Misalnya : Pernyataan bahwa saya pasti betul karena tidak ada yang pernah membuktikan salah.
8. Argumentum ad populum : Argumen yang digunakan untuk mendapatkan popularitas dengan menggunakan issue-issue yang sentimental daripada menggunakan fakta atau alasan.
9. Bandwagon Fallacy : Menyimpulkan suatu idea adalah benar hanya karena banyak orang mempercayainya demikian. Hanya karena sekian banyak orang mempercayai sesuatu tidaklah membuktikan atau menyatakan fakta mengenai sesuatu.
10. Begging the question : Mengantisipasi jawaban.
11. Circular Reasoning Makhluk Adi Kuasa ada karena Kitab Suci menyatakan demikian. Kitab Suci diwahyukan oleh Tuhan.
12. Confusion of Correlation and Causation : Misalnya : Anak yang menonton acara kekerasan di TV cenderung untuk menjadi ganas ketika ia dewasa. Tetapi apakah program di TV itu menyebabkan kekerasan ataukah anak-anak yang berbakat ganas cenderung menonton acara kekerasan di TV ???
13. Half Truths : Suatu pernyataan yang biasanya ditujukan untuk menipu seseorang dengan menyembunyikan sebagian fakta / kebenaran.
14. Communal Reinforcement : Suatu proses dimana suatu klaim menjadi suatu kepercayaan kuat melalui suatu pernyataan yang diulang-ulang oleh suatu anggota komunitas. Proses ini independent terhadap kebenaran klaim tersebut dan tidak didukung oleh data empiris yang signifikan untuk menggaransi bahwa kepercayaan itu didukung oleh alasan yang reasonable.
15. Non-Sequitur : Nggak nyambung. Suatu kesimpulan yang diambil tidak didasarkan pada suatu premis ataupun evidence / fakta.
16. Post Hoc, Ergo Propter Hoc : Itu terjadi sebelumnya, maka itu disebabkan olehnya. Semacam non-sequitur, tetapi berdasarkan waktu. Misalnya : Seseorang menjadi sakit setelah pergi ke Mall, maka Mall adalah sumber penyakit. Padahal sakitnya tidak disebabkan oleh sesuatu yang ada hubungannya dengan kepergiannya ke Mall.
17. Red Herring : Sering terjadi … sang pendebat buru-buru mengalihkan perhatian / subyek pembicaraan.
18. Statistic of Small Number : Satu kasus digunakan untuk menjudge keseluruhan. Hanya karena suatu kejadian, tidak dapat mewakili kemungkinan keseluruhannya.
19. Straw Man : Manusia jerami Membuat suatu skenario yang salah image yang menyesatkan, kemudian menyerangnya.
20. Dua Salah Menjadi Benar Misalnya : Siapakah kamu yang mengatakan saya demikian apabila kamu juga begitu. Saya mencoba menjustify apa yang saya lakukan dengan melemparkan kesalahan yang sama pada Anda sebagai teman diskusi saya.
21. Observational Selection Menggembar-gemborkan kejadian yang menguntungkan dan menutupi kejadian yang merugikan.

No Comments